Peranan Pemerintah (insentif fiskal dan non fiskal) dan Perbankan Terhadap Pengembangan Green Building (5/8)

Di Indonesia sudah banyak beberapa bank yang mendukung program pembiayaan atau kredit bagi proyek-proyek green building. Seperti halnya oleh Bank BNI 46 BNI Griya merupakan pelopor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Hijau di Indonesia. Produk ini dilandasi oleh ide untuk mengembangkan sebuah produk ramah lingkungan yang berbeda dengan produk bank lain. Fiturnya adalah produk bermutu yang mampu memberikan kualitas kehidupan yang tinggi sekaligus bersifat ramah lingkungan. Sebagai produk pelopor dan baru satu-satunya di Indonesia, pada awalnya tidak mudah menjual BNI Griya kepada para nasabah dan pengembang. Konsep KPR Hijau masih dianggap hal yang asing dan manfaatnya belum disadari sepenuhnya baik oleh calon nasabah maupun mitra pengembang. Untuk mengatasi tantangan ini, BNI menggunakan strategi untuk mendidik nasabah dan para pengembang dari berbagai sisi. Dalam melaksanakannya, BNI bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan yang aktif dalam sektor terkait, seperti akademisi, green design community, Real Estate Indonesia (REI), Federation Internationale des Adminstrateurs de Biens Conseils et Agent Immobiliers (FIABCI) dan tentunya, para pengembang. Kegiatan pendidikan bagi masyarakat dan pengembang antara lain dilakukan melalui kerja sama dalam memberikan FIABCI-Indonesia Prix d’Excellence Award, sebuah penghargaan bertaraf internasional yang diberikan oleh FIABCI-Indonesia dan REI kepada para pengembang berprestasi. BNI juga terlibat dalam pengembangan Boekit Hijau BNI di Imogiri agar menjadi inspirasi bagi terciptanya kehidupan yang harmonis dengan ekosistem. Untuk mendukung sektor ini, BNI juga bekerja sama dengan pabrikan bahan baku konstruksi untuk hunian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi pemohon pinjaman yang diterapkan BNI secara konsisten untuk memastikan bahwa investasi yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat bisnis bagi bank. Persyaratan itu antara lain memenuhi ketentuan tata ruang, tidak berada di wilayah resapan air dan memperhatikan daerah terbuka hijau. Setiap nasabah BNI Griya juga mendapatkan satu pohon untuk ditanam dan buku Panduan Hidup Hijau (BNI Griya Inspiring Green Living). BNI juga berusaha menjadi contoh dengan menjalankan program Green Office di kantor-kantor BNI Griya. Peningkatan produk, fitur dan layanan terus dilakukan berdasarkan masukan dari nasabah dan para pemangku kepentingan. Semua upaya tersebut memberikan hasil yang menggembirakan bagi BNI Griya. Pelan-pelan produk BNI Griya mulai diminati dan kemudian tumbuh dengan pesat. Pangsa pasar KPR Hijau BNI Griya saat ini mencapai 6,75% dari nol pada tahun 2005. Portofolio BNI Griya pun meningkat pesat dari Rp1,7 triliun pada tahun 2005 menjadi Rp8,2 triliun pada tahun 2009 dengan tingkat pengembalian aset (ROA) sebesar 5%. Pertumbuhan portofolio ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Sebuah bukti nyata bahwa bisnis berlandaskan keberlanjutan mampu memberikan manfaat kepada banyak pihak.[1]


[1] Sustainability report Bank BNI 46 : leading the green banking initiative. 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s