Pembawa Amanah Ekonomi Islam yang Ideal (1/3)

Penulis : Denny Iswanto | Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta | Fakultas Ekonomi & Bisnis | Jurusan Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan

twitter : @denny_is90

 I.            Pendahuluan

Ilmu Ekonomi merupakan salah satu cabang ilmu di dalam masyarakat yang membantu dalam memecahkan persoalan perekonomian dalam suatu negara sehingga bisa membawa pada kesejahteraan dan kemakmuran dengan memaksimalkan sumber daya yang ada dengan bijaksana. Pada kondisi kontemporer ini di tengah ketidakpastian ekonomi dan juga perlambatan perekonomian global suatu konsep ekonomi yang tepat sasaran dan juga memecahkan masalah utama perekonomian sangat dibutuhkan. Di Indonesia sendiri dengan kondisi perekonomian yang tumbuh solid sekitar 6,17 persen (y.o.y) dan stabil di tengah perlambatan perekonomian global memang suatu pencapaian prestasi yang luar biasa tetapi juga harus tetap waspada karena pertumbuhan hanya berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi tetapi pada komponen pengeluaran pemerintah dan juga pertumbuhan ekspor impor sebagai salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan sebagai akibat dari perlambatan perekonomian global pada negara – negara tujuan ekspor.[1]

Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang solid dan stabil ini tidak lepas dari peran Ekonomi Islam di dalamnya. Lembaga keuangan berbasis syariah dianggap lebih tangguh dalam menghadapi ketidakstabilan perekonomian global karena sistem ekonomi ini bebas dari unsur derivatif dan produk spekulatif. Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan sistem ekonomi syariah yang berbasis syariah Islam memiliki potensi yang besar mengingat posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Atas potensi itulah, sistem ekonomi syariah telah menjadi bagian yang integral dalam sistem perekonomian Indonesia. Pendapat senada disampaikan Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia sekaligus Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brojonegoro. Menurut dia, keuangan syariah yang bebas dari unsur-unsur derivatif atau produk-produk berbau spekulatif merupakan keunggulan lembaga keuangan syariah di tengah ketidakstabilan ekonomi global.[2] Tetapi sistem Ekonomi Islam ini bukan tanpa tantangan dan juga halangan dalam perkembangannya karena sistem ini masih perlu disosialisasikan lagi dan ditanamkan kepada masyakarat luas sebagai sistem Ekonomi yang seimbang dan membawa mashlahat pada seluruh umat manusia di tengah – tengah masyarakat yang masih menggunakan marak menggunakan sistem Ekonomi liberal dan juga Kapitalisme dari orang – orang liberal dan kapitalis yang terbukti bahwa perekonomian mereka sekarang sedang mengalami keterpurukan dan juga kemunduran akibat sistem ekonomi yang digunakan tidak seimbang dan membawa dampak yang baik bagi masyakarat.

Dengan tantangan yang nyata dan harus dihadapi oleh sistem Ekonomi Islam ini maka kita sebagai umat islam harus berusaha menegakkan dan memperjuangkan sistem Ekonomi Islam ini agar sistem ini dapat diterapkan di dalam masyarakat luas dan membawa maslahat serta kesejahteraan untuk kedepannya. Karena hanya dengan bangunan sistem ekonomi yang baik dan seimbang lah perekonomian yang kuat akan tercapai. Generasi muda terutama dari kalangan mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan dalam masyarakat harus bisa memberikan konstribusi yang besar di dalam perkembangan  dan pertumbuhan sistem Ekonomi Islam ini kepada masyarakat, akan tetapi dalam realitasnya ternyata dari 5,2 juta mahasiswa di Indonesia hanya 10 persen saja yang mempelajari Ekonomi Syariah, Demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam Muktamar II Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Hotel Bidakara Jakarta.[3] Di tengah sedikitnya generasi muda terutama dari kalangan mahasiswa yang mempelajari Ekonomi Islam maka kita tidak perlu berkecil hati tetapi harus tetap dimaksimalkan secara optimal semua potensinya agar bangunan sistem Ekonomi Islam ini dapat tertanamkan di dalam sistem masyarakat sekarang dan membawa kondisi yang lebih baik kedepannya, karena kalau tidak dimulai dari sekarang maka mau kapan lagi.

Penulisan Esai ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana kita sebagai Generasi muda Islam dan juga dari kalangan mahasiswa yang bersemangat untuk menegakkan Ekonomi Islam bisa menjadi pribadi yang ideal secara kemampuan dan moral untuk menjadi pemimpin yang mengemban amanah Ekonomi Islam di Indonesia. Standar ideal yang digunakan adalah standar dari konsep kepemimpinan dalam islam sehingga akan terbentuk kepribadian pemimpin islam yang utuh yang mampu melaksanakan tugas dan amanah untuk perkembangan Ekonomi Islam. Kedepannya bisa menjadi referensi atau bahan diskusi untuk terus mengembangkan pribadi yang baik untuk membawa Ekonomi Islam menjadi lebih baik.

   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s