Bagian 1/2 : Mudharobah sebagai Solusi Alternatif Modal Kewirausahaan Kalangan Bawah dan Mahasiswa

Penulis : Ahmad Muttaqin

Akhir-akhir ini geliat kewirausahaan semakin marak menjamur di berbagai kalangan. Di tingkat mahasiswa banyak seminar kewirausahaan yang diusung dan ditunjang dengan baik oleh jajaran Universitas. Di tingkat masyarakat kelas bawah semarak kewirausahaan juga tak luput ikut meramaikan yang dibuktikan dengan semakin banyaknya lembaga yang mengadakan pelatihan-pelatihan tentang kewirausahaan. Di tingkat atas (pengusaha yang telah sukses) mengadakan lomba atau entrepreneurship competition bagi para warga negara Indonesia yang mempunyai ide-ide cemerlang nan inovatif terkait dengan bisnis.

Banyak kalangan menilai kewirausahaan merupakan alternatif penilaian untuk kemajuan suatu bangsa. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya usaha maka akan berdampak juga dengan perputaran uang, pengangguran yang semakin sedikit, dan mental masyarakat yang berubah menjadi lebih petarung untuk memiliki cita-cita masa depan yang lebih baik serta harapan tertingginya yaitu kemiskinan dapat teratasi.

Menurut beberapa sumber dikemukakan bahwa jumlah pengusaha di Indonesia per Januari 2012 sekitar 1,5% atau sekitar 3,75 juta orang. Coba bandingkan dengan negara tetangga yaitu Singapura yang memiliki jumlah pengusaha 7% dari jumlah penduduk total dan Malaysia yang memiliki jumlah pengusaha 5%. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai alasan baik itu dari masyarakatnya sendiri, pemerintah maupun para investor yang notabene lebih siap dari sisi permodalan dan pihak-pihak yang siap mengucurkan dana seperti bank, lembaga keuangan maupun koperasi.

Salah satu permasalahan klasik dari masyarakat untuk membuat usaha selain mental yang masih kadang ragu-ragu juga masalah yang terkait dengan permodalan. Menurut masyarakat biasa, modal menjadi alat paling penting dari sebuah bisnis sehingga tanpa adanya modal mereka tidak akan berani mendirikan sebuah bisnis.

Sebenarnya masalah permodalan ini sudah sedikit teratasi dengan menjamurnya berbagai Lembaga Keuangan semisal bank konvensional yang semakin sering berpromosi dengan tagline kemudahan dalam pinjaman, bank syariah yang menawarkan alternatif peminjaman yang sesuai dengan agama, koperasi yang bergandengan dengan Kementrian Koperasi dan UKM untuk memasyarakatkan UKM-UKM serta BMT (Baitul Mal Wa Tamwil) yang menyasar kalangan masyarakat bawah dengan menjanjikan pinjaman lebih mudah dan lebih berkah.

Namun dalam prakteknya hal ini belumlah cukup untuk mengatasi permasalahan klasik yang menghinggapi para calon pengusaha itu. Hal ini dikarenakan masih banyak lembaga yang bahkan boleh dikatakan hampir semua lembaga masih menggunakan syarat yang agak rumit untuk mendapatkan modal pinjaman maupun sistem angsurannya.

Dalam lembaga keuangan entah itu bank baik yang konvensional maupun yang syariah masih menggunakan syarat yang rumit seperti SIUP, NPWP maupun agunan. Mungkin ini memang menjadi syarat yang mudah tapi akan terlihat kesulitannya apabila masyarakat dari kalangan bawah maupun mahasiswa yang ingin memulai kewirausahaan.

Studi kasus dicontohkan bahwa ada seorang mahasiswa yang ingin memulai berbisnis namun dia tidak mempunyai barang yang bisa dijadikan agunan. Hal ini langsung mematahkan semangat untuk berbisnis. Begitu juga dengan masalah ijin seperti SIUP, NPWP dan sebagainya. Permasalahan ini begitu terasa ketika sudah digabung antara kerumitan birokrasi dengan uang setoran yang harus diberikan kepada orang-orang yang telah berusaha “membantu” kita untuk mendapat surat-surat tersebut. Kerumitan birokrasi berpasangan manis dengan setoran-setoran kecil untuk menghambat keinginan untuk memulai berbisnis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s