Kilauan yang (Baru) Berkilau

Penulis : Agustin Takarini (Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) | @ut1ne

Tahukah Anda, bahwa dengan menabung 1 DINAR per bulan, maka kita akan siap NAIK HAJI dalam 1.5 tahun? Total tabungan 18 Dinar. Dan tahukah Anda, bahwa dengan menabung 1 DINAR per 2 bulan ketika anak kita lahir, maka kita tidak perlu lagi memikirkan BIAYA PENDIDIKAN nya sampai lulus sarjana ketika umurnya baru 10 tahun? Total tabungan 60 Dinar. Dan tahukah Anda, bahwa dengan menabung 1 DINAR setiap 1 BULAN ketika umur kita 30 tahun, maka kita akan siap pensiun tenang ketika berumur 55 tahun? Total tabungan 300 Dinar. Kenapa bisa demikian ?

Emas si makhluk terbatas namun tak pernah membatasi keinginan orang yang ingin memilikinya. Emas sudah beribu-ribu tahun lalu menjadi simbol kekuasaan atau kemapanan. Banyak kalangan yang mengorbankan materi lainnya bahkan pertumpahan nyawa demi mendapatkan emas.

Dan mungkin salah satu konspirasi terbesar mengenai emas ini adalah perubahan sistem mata uang dari Bretton – Woods.  Hal ini Tidak jauh berbeda dengan integritasnya masa kini, hanya yang membedakan adalah mindset mengenai kepenyimpanan barang berkilau tersebut.

Alat perencanaan untuk mewujudkan impian yang paling adil dan akurat adalah emas. Dikatakan demikian karena problem yang paling menghantui para perencana keuangan adalah inflasi dengan segala keterkaitannya dengan alat investasi. Dan yang kita ketahui juga tentunya, bahwa uang kertas yang kita gunakan sangat bergantung pada tingkat inflasi, disamping ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Seperti di Indonesia misalnya, dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78 % (tahun 1998). Atau bahkan yang lebih buruk lagi, dalam lima puluh tahun terakhir angka inflasi menembus angka yang fantastis yaitu 650 %. Fenomena ini jelas membawa kemadharatan terhadap nilai investasi apabila kita menggunakan uang kertas. Nilainya jelas terdepresiasi secara signifikan pada saat itu.

Kembali kepada konteks mengenai emas, pertanyaannya adalah apakah emas tidak terpengaruh oleh inflasi, atau daya belinya memang tetap sepanjang zaman ? Untuk menjawab itu kita bisa ungkap melalui Al-Quran surat al-Kahfi ayat 19

“Dan Demikianlah kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. berkatalah salah seorang di antara mereka: sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”. mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, Maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.”

Dalam surat tersebut diungkapkan bahwa mereka meminta salah satu rekannya untuk membeli makanan di kota dengan uang peraknya. Tidak dijelaskan jumlahnya, tetapi jelas uang perak. Kalau kita asumsikan para pemuda tersebut membawa 2-3 keping uang perak saja, maka konversinya ke nilai rupiah sekarang akan berkisar Rp 80.000-Rp 120.000. dengan uang perak yang sama sekarang (1 dirham sekarang sekitar Rp 40.000) kita dapat membeli makanan untuk beberapa orang. Output pembelian dengan menggunakan alat tukar yang sama dapat memberikan kesamaan pada saat ini padahal, gap masa sekarang dengan masa para pemuda ashabul kahfi tersebut sangat jauh.

Dengan begitu, secara otomatis emas adalah investasi yang sangat menjanjikan. Di saat investasi lain seperti properti, saham, dll mengalami berbagai resesi, emas dipercaya sebagai suatu keinvestasian paling stabil di antara semua bentuk investasi tersebut. Dilihat dari harganya yang statis, emas ditimbang timbang sebagai suatu komoditas yang paling aman untuk dijadikan sebagai investasi. Gaya hidup anak muda saat ini yang cenderung konsumtif, bisa diarahkan ke hal-hal yang bisa membawa manfaat dari kekonsumtifannya.

Seperti contohnya : Kebiasaan berganti ganti gadget yang diniatkan hanya untuk meningkatkan kegengsian semata. Kalau saja iPhone 5 yang berharga sekitar 11 juta itu tidak terlalu dibutuhkan dalam penunjang kepentingan anak muda. Agaknya kalau lebih bijak mengalokasikan uang yang sedemikian besar –untuk ukuran anak muda- ke investasi seperti emas misalnya.

Emas menjadi alternatif karena penyimpanan yang mudah dan tidak perlu strategi berat dalam pengelolaannya. Kembali ke kasus tadi, apabila 11 juta tadi dibelikan sebuah gadget maka, nilai gadget tersebut 10 tahun ke depan akan turun. Dalam hal ini berlaku law diminishing of return karena semakin berkembangnya teknologi karena sifat alami manusia yang tidak pernah puas termasuk dalam pengembangan teknologi.

Namun lain halnya, saat 11 juta tadi kita belikan emas lalu kita hanya keluarkan biaya penyimpanan sebulan kurang lebih 50 ribu. Apa yang terjadi saat 10 tahun ke depan, otomatis dengan keajaiban si logam mulia ini bisa membiayai pendidikan lanjutan anda. Menelisik bahwa nilai emas yang tak pernah mengalami gejolak drastis. Dari kisah di atas edukasi investasi pada remaja harus sudah digalak-galakan. Semata mata edukasi ini juga ditujukan sebagai suatu pembelajaran dalam bentuk kongkrit bagaimana mengatur keinginan masa depan dengan kantong sendiri.

Perlu diketahui bahwa harga emas dalam 10 tahun terakhir ini mengalami kenaikan yang sangat pesat. Berdasarkan hasil riset, rata-rata kenaikan harganya sebesar 20% per tahun. Sebuah angka fantastis dan sangat menjanjikan bila dibandingkan dengan tingkat bunga deposito maupun tabungan. Ketika harga emas dunia pada tahun 2010 menembus angka Rp.360.000/gram banyak para pengamat yang menganggap harga emas sudah terlalu tinggi dan tidak mungkin naik lagi.

Saat ini (2012) harga emas sudah mencapai angka lebih dari Rp.500.000/gram. Para analis memprediksi bahwa harga emas akan terus melonjak hingga mampu menembus angka $10.000/once (sekitar Rp.3.000.000 per gram) dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya adalah Peter Schiff, President & Chief Global Strategist dari Euro Pacific Capital yang memprediksi harga emas akan mencapai 3 sampai 4 kali lipat dari harga sekarang dalam 5-10 tahun ke depan diakibatkan kebutuhan masyarakat akan investasi yang aman (safe haven) menyusul serangkaian krisis ekonomi yang akhir-akhir ini makin sering terjadi.

Namun dengan begitu, kepemilikan emas haruslah tidak berlebihan atau di atas kewajaran. Karena emas sudah diciptakan oleh Allah SWT dan sudah diatur sedemikian rupa dengan keterbatasannya untuk bisa memenuhi hajat orang banyak. Ini dikarenakan penciptaan emas bukan tanpa alasan. Di dalam nya ada banyak kearifan yang Allah titipkan untuk semua hambanya. Tinggal bagaimana kita sebagai hambanya, yang diberikan kesempurnaan akal untuk bisa mempergunakan emas tanpa berhawa nafsu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s