Bagian 2/3 : Mengenal Lebih Jauh Tentang Riba

Diskusi 9 Alasan yang Mengatakan Interest bukan Riba

1.  Darurat

Pembahasan yang jelas akan pengertian darurat yang dinyatakan oleh syara dan bukan pengertian sehari-hari akan istilah ini. Pembatasan yang pasti akan pengambilan dispensasi darurat ini, sesuai dengan metodologi usul fiqh. Terutama penerapan Al Qawaid Al Fiqhiah seputar kadar darurat.

2.  Berlipat ganda

Pemahaman kembali surat Ali Imran 130 secara cermat, mengkaitkannya dengan spirit ayat-ayat riba lainnya secara komprehensif, demikian juga fase-fase pelarangan riba secara menyeluruh.

Memahami secara mendalam makna mafhum mukhalafah dalam pemahaman teks-teks Qur’an & Sunnah, jenis-jenisnya, serta syarat-syarat pengambilan hukum daripadanya.

3.  Opportunity Cost

Menghilangkan asumsi sepihak dalam urusan Ganti Rugi dimana deposan secara dimuka mengharuskan keuntungan minimal dalam proyek debitur (paling minimal sama dengan suku bunga) di deposan yaitu menangani sendiri proyeknya yaitu kemungkinan untung rugi dalam usaha.

Tidak menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek dengan prinsip bagi hasil

4.  Konsumtif – Produktif

Dapat dipastikan bahwa imbalan produksi marginal dari dana senantiasa lebih besar dari suku bunga. Dapatkah dipertahankan bahwa bentuk-bentuk kredit di jaman pra Islam adalah seluruhnya konsumtif mengingat luasnya jaringan perdagangan Arab dengan India dan Cina, yang memerlukan suplai produksi yang memadai dimana kredit untuk tujuan tersebut adalah suatu persyaratan utama.

5.  Uang sebagai komoditi

Memahami sifat-sifat khusus yang dimiliki uang dan kemungkinan penyamaannya dengan komoditi lain terutama kepercayaan masyarakat kepadanya dan daya tukar yang dimilikinya serta sanksi hukum atas penolakannya.

Mendefinisikan kembali pengertian sewa terutama perbedaannya dari pinjam meminjam.

Kalau dalam keadaan normal (tidak ada inflasi), apakah uang seperti komoditi lainnya katakanlah rumah mengalami penyusutan nilai karena dipergunakan sehingga berhak atas sewa untuk mengimbangi penyusutan nilai tersebut.

Sejauh mana bisa keluar dari Riba Al Fadl.

6.  Inflasi

Memantau roda ekonomi dari atas dan bawah, dalam artian tidak hanya inflasi tetapi juga deflasi dimana perekonomian mengalami masa lesu yang memaksa produsen untuk menjual produksinya mendekati biaya produksi yang pada gilirannya akan menurunkan daya beli uang.

Tidak menghilangkan kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dari prinsip bagi hasil, yang tidak jarang melebihi tingkat inflasi.

Mengukur sejauh mana sifat yang dimiliki inflasi dapat dijadikan sebagai illah dalam Hukum dengan menggunakan Standar syarat-syarat illah yang telah menjadi konsesus dalam methodologi Ushul Fiqh.

7.  Abstinence

Standar apa yang digunakan untuk mengukur unsur “pengobatan” (dengan penundaan konsumsi) dari teori bunga Abstinence.

Seandainya standar telah didapatkan bagaimana menentukan suku bunga yang “adil” bagi kedua belah pihak.

Dapatkah hal ini menjadi Illah dalam hukum sesuai dengan Rules of Games Ushul Fiqh?.

Tidak menghilangkan kemungkinan laba dari investasi bagi hasil selama masih “penundaan”.

8.  Time Preference Theory

Menganalisa filsafat Time Preference Theory yang menyatakan bahwa saat ini lebih berharga dari masa yang akan datang”, bukankah setiap orang menabung dan belajar beranggapan bahwa hari depan harus lebih baik dari hari ini?

Menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya praktek asuransi dimana pemegang polis mengorbankan masa kini untuk kenyamanan masa depan.

9.  Badan Hukum dan Hukum Taklif

Apakah yang dimaksud dengan “Dela Personnalite Juridique?

Dari catatan sejarah apakah tidak pernah terjadi adanya suatu perkumpulan individu yang mendapatkan perizinan dari pihak yang berwenang untuk memberikan jasa tertentu, sebelum masa Rasulullah. Sehingga ketika ayat-ayat Riba turun ia berada diluar jangkauannya?

Apakah konsekuensi dari tidak termasuknya Badan Hukum dalam Khitab Taklif berarti bebas dari segala tuntutan hukum ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s